<p style='margin:0px; text-align:center; font-size:16pt; font-weight:bold;'> You need Adobe Flash Player to see this video<br><br> <a href='http://www.macromedia.com/go/getflashplayer' style='text-align:center; font-size:16pt; font-weight:bold;'> Get the Flash Player</a></p>
Traži u videima, članovima, događajima, audio fajlovima, fotkama i blogovima Traži

JEMAAT FIRDAUS SALUA

Desa Salua terletak di wilayah kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi merupakan pintu gerbang kecamatan Kulawi yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam dari kota palu.

Didesa salua inilah berdiri Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) Jemaat Firdaus; Yang kehidupan warga Jemaatnya tidak berbeda dengan masyarakat desa salua lainnya yaitu hidup dari hasil berkebun.

Meskipun hasil perkebunan warga jemaat tergolong pas-pasan namun keinginan sejak lama untuk memiliki pendeta jemaat sendiri dan keinginan untuk merehabilitasi gedung gereja Jemaat Firdaus Salua amatlah besar. Namun apalah  dayah, perekonomian yang pas-pasan, ditambah dengan sumberdaya jemaat yang apa adanya, membuat keinginan bertahun-tahun itu hanya menjadi hayalan semata; sampai tiba waktunya ketika Tuhan menjawab doa-doa warga jemaat yang kemudian melalui Majelis Sinode GPID ditempatkanlah seorang Pendeta di Jemaat Firdaus Salua pada bulan April 2009. Dan semenjak itu jumlah warga jemaatpun kian bertambah. Dari 13 kepala keluarga yang tersisah terus berkembang hingga kini menjadi 34 kepala keluarga.

Sejalan dengan berkembangnya jumlah warga jemaat, semangat untuk merehabilitasi gedung gereja firdauspun kembali bertumbuh, bebagai upaya terus dilakukan demi memenuhi keinginan memperbaiki Rumah Tuhan. Menyisihkan sedikit dari hasil usaha jemaatpun menjadi kewajiban yang terus dilakukan Bahkan, hasil perkebunan seperti kelapa, biji coklat, ubi, beras dan berbagai hasil buruan dan hasil peternakan dijadikan sumber usaha dalam pengumpulan dana melalui lelang rutin mingguan yang diatur secara bergilir dan menjadi tanggung jawab dari masing – masing keluarga; Sayangnya, lelang rutin ini hanya dari dan untuk sesama jemaat Firdaus sehingga hasilnya tidak pernah maksimal.

Meskipun demikian adanya, tetapi dengan penuh keyakinan jemaat terus berusaha dan secara rutin pada setiap hari sabtu bergotongroyong memikul batu dan pasir dari sungai yang dikumpulkan untuk dijadikan bahan pembuatan pondasi gedung gereja Firdaus.

Saat diman kaum pria dan beberapa kaum perempuan sibuk mengangkat batu dan pasir, maka sebagian kaum perempuan lainnya membuat kerupuk dari bahan baku ubi dengan sedikit gula merah yang nantinya setelah matang akan dijual dengan harga Rp.500 perbuah sebagai salah satu sumber usaha dana untuk merehabilitasi gedung gereja Firdaus.

Selain itu, buah kelapa yang disumbangkan oleh masing – masing anggota jemaatpun dijadikan sumber usaha dana yang setelah dikumpul dijadikan kopra lalu dijual dengan harga Rp.3500 per kilonya.

Apa saja yang dilakukan oleh jemaat Firdaus Salau ini pada akhirnya bermuara kepada usaha penggalangan dana demi merehabilitasi gedung gereja Jemaat Firdaus Salua.

Semua ini mereka lakukan dengan ketulusan dan keihklasan berlandaskan iman demi pembangunan rumah Tuhan.


“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!

 Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”

Galatia  6  :  2

 

 

Posjetioci moje stranice


Madiporter Madiporter
Prije 63 dana
Obsolete Obsolete
Prije 74 dana
Rogelio Trejo Rogelio Trejo
Prije 86 dana
Iglesia Adventista del 7º Día de Bº Prim Iglesia Adventi…
Prije 97 dana
juanitord juanitord
Prije 109 dana
Silent Disco Silent Disco
Prije 132 dana
a1kitten57 a1kitten57
Prije 138 dana
noahdumbo noahdumbo
Prije 141 dana
Nemoj logovati moje posjete (promjeni)

Stranica od 5